Pemancangan Tiang Alif Masjid Nurul Hidayah Bobanehena Halmahera Barat, Dihadiri Wabup Halbar Djufri Muhammad
Pemancangan Tiang Alif Masjid Nurul Hidayah Bobanehena Halmahera Barat, Dihadiri Wabup Halbar Djufri Muhammad
PORDES HALBAR – Wakil Bupati (WABUP) Halmahera Barat, Djufri Muhammad menghadiri pemancangan tiang Alif Masjid Nurul Hidayah Desa Bobanehena, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat pada Senin 31Juli 2023.
Diketahui , tiang alif tersebut sehari sebelumnya dibawa ke rumah Imam Mesjid Nurul Hidayah Desa Bobanehena Ansar Abdullah, kemudian pagi harinya masyarakat Bobanehena bersama Wakil Bupati Djufri Muhamad dan Perangkat adat Kesultanan Jailolo mengantarkan dengan iringan Tahlil kalimat thayyibah hingga sampai di lokasi mesjid dan langsung dipancangkan setelah sebelumnya dikumandangkan Azan.
Turut mendampingi Wakil Bupati Halbar Djufri Muhamad, Kabag Prokopim Setda Halbar Ramli Naser, Kepala Desa Bobanehena Salim Maksud, perangkat adat kesultanan Jailolo perangkat adat desa Bobanehena dan
masyarakat setempat.
Wakil Bupati Halbar Djufri Muhamad, dalam sambutannya mengatakan, proses pembangunan masjid Nurul Hidayah Desa Bobanehena ini memakan waktu cukup lama.
“Kami meakili Bupati Halbar dalam kesempatan ini berpesan “Inolah fo rubu rame-rame doka saya rako moi,” Marilah kita bersama-sama seperti bunga melati serumpun, kita buang jauh-jauh ego dan segala sikap yang selama ini kurang sesuai, untuk kita semua bersatu dapat menyelesaikan pembangunan masjid ini,” ujarnya.
“Dalam tiap kesempatan kami selalu mengingatkan bahwa setiap pembangunan rumah ibadah pasti ada tantangan, rintangan dan cobaan,” tambahnya.
Menurutnya, banyak sekali pembangunan masjid dan musholla yang sering berganti panitia pembangunan.
Wabub yang juga Ketua DPD Nasdem Halbar ini juga mengingatkan, pada akhir tahun 2023 nanti sudah masuk momen politik, sekalipun berbeda pandangan masyarakat harus tetap bersatu untuk menyelesaikan pembangunan masjid tersebut.
Ditempat yang sama, Kepala Desa Bobanehena Salim Maksud mengungkapkan, mesjid tersebut dibongkar saat gempa 2015, karena terkendala anggaran, progres pembangunannya memakan waktu sekira 8 tahun lamanya, hingga saat ini baru dilakukan pemancangan tiang Alif.
“Kami masyarakat Bobanehena dan juga pemerintah Desa Bobanehena berterimakasih kepada para donatur yang telah menyumbangkan hartanya untuk pembangunan Masjid ini, dan juga kepada Pemerintah Daerah , juga pihak Kesultanan Jailolo yang telah memberikan sumbangan berupa bahan material di Masjid Nurul Hidayah ini,” pungkasnya. (Ris).

