Piawai Bidik Peluang Usaha, Mas Antono Pemuda Asal Kanduruan Sukses Budidaya Burung Puyuh

PORDES TUBAN – Jupriantono atau biasa disapa Mas Antono, warga Dusun Jetis Desa Sidomukti Kecamatan Kenduruan Kabupaten Tuban Jatim mampu membuktikan dirinya menjadi seorang peternak burung puyuh yang tidak instan.

Jatuh bangun sudah sering dilalui Mas Antono saat merintis usahanya itu. Namun karena dengan kesungguhan dan berani berproses tidak akan mengkhianati hasil.

Mas Antono kepada Portal Desa mengungkapkan bahwa awal merintis usaha ternak burung puyuh tersebut bermodalkan 1000 ekor burung puyuh.

“Sekarang sudah ada 50 kandang, 25 kandang untuk produksi dan 25 kandang untuk pembibitan burung puyuh,” kata Mas Antono, Jum’at 28 Juli 2023.

Dengan semangat dan tekad yang tinggi, Mas Antono mampu memproduksi 5000 ekor dan pembibitan 6000 ekor.

Kata Mas Antono, memilih menekuni usaha ternak burung puyuh karena cara pemeliharaan mudah dan sederhana, dapat diusahakan di lahan yang terbatas, produk yang dihasilkan mudah dipasarkan dan terpenting modal yang digunakan relatif lebih kecil dibandingkan dengan usaha ternak unggas lainnya.

“Perawatan serta pemberian pakan sangat menentukan kualitas telur itu sendiri mas,” terang Mas Antono.

Menurut bos Yuan Jaya Puyuh itu, dari awal memelihara sampai kurun waktu empat bulan sudah bisa dinikmati hasil dari telur-telur yang semakin meningkat kualitas serta ukurannya.

“Setelah menghasilkan telur mulailah dipasarkan, target pemasaran mencakup wilayah pasar-pasar daerah Tuban dan sekitarnya,” imbuh motivator komunitas peternak puyuh di Kecamatan Kenduruan itu.

Mas Antono menyebut, biasanya omset rata-rata tiap bulannya mencapi lebih dari 3 juta jika permintaan sedang naik omset bisa berlipat ganda.

Mas Antono menerangkan, telur puyuh dapat menjadi alternatif makanan sehat karena telur dikenal mengandung protein tinggi dan penghasil komponen bioaktif.

Oleh sebab itu, bahan pangan ini bisa meningkatkan imun tubuh. Disamping juga harganya yang cukup terjangkau dibandingkan sumber protein hewani lainnya. Sehingga permintaan masyarakat semakin meningkat hingga tidak mampu mencukupi kebutuhan pasar.

“Tak disangka permintaan pasar semakin hari semakin tinggi, sehingga ada keinginan untuk mengembangkan peternakan burung puyuh lebih luas lagi,” pungkas Mas Antono yang mengaku belajar beternak puyuh secara otodidak itu.

Sekedar informasi, saat ini di Kecamatan Kenduruan Kabupaten Tuban terdapat 17 orang yang menggeluti ternak burung puyuh yang mampu produksi lebih dari 6000 ekor atau 480 kilogram dan dengan harga rata-rata berkisar Rp 30.000 per kilogram dan Rp 8000 per kilogram untuk pembibitan. (Ali Maskur)