Kamis, 8 Desember 2022

Kasus DBD Meningkat 20%, Dinkes Pandeglang Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Kasus DBD Meningkat 20%, Dinkes Pandeglang Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Pandeglang, PORDES – Kasus Demam Berdarah Disasses (DBD) di Kabupaten Pandeglang, per 2022 mengalami peningkatan sebanyak 20% dari tahun sebelumnya.

Dengan jumlah 308 kasus terkonfirmasi DBD sepanjang bulan Oktober 2022 ini tersebar di beberapa kecamatan, diantaranya Kecamatan Majasari, Karang Tanjung, Cikupa, Kadu Hejo, Saketi, Cikedal dan beberapa kecamatan lainnya di Kabupaten Pandeglang.

“Namun perlu kami sampaikan tidak ada kasus kematian akibat DBD ini dari tahun 2021 sampai dengan tahun 2022 semua dinyatakan sembuh,” ujar Samsudin Kabid P2 Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, kepada Portal Desa, pada Senin kemarin (21/11/2022).

- Advertisement -

Menurut Samsudin, meningkatnya kasus DBD di Kabupaten Pandeglang ini diakibatkan karena masyarakat belum menyadari sepenuhnya akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar, termasuk menjaga kebersihan kamar mandi dan penampungan air bersih yang kurang diperhatikan kondisi airnya.

“Bening jangan dianggap bersih, tanpa terlihat bisa jadi ada jentik nyamuk DBD yang membahayakan jika sudah menjadi nyamuk dewasa,” katanya.

“Oleh karena itu, kami bersama puskesmas dan lintas Sektor tidak bosan selalu memberikan edukasi dan Sosialisasi pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah, terutama di musim penghujan seperti sekarang ini,” imbuhnya.

Kemudian, dalam upayanya itu Dinkes Kabupaten Pandeglang ini telah melakukakan beberapa penanganan seperti Fooging dan pembentukan Kader Jumantik .

“Dalam hal ini, upaya yang sudah kami lakukan di antaranya adalah melakukan fogging atau pengasapan di 58 fokus tersebar di kecamatan di Kabupaten Pandeglang, pembentukan Kader Jumantik disetiap kecamatan (Juru pemantauan Jentik) dan selalu melakukan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dimasyarakat, karena lebih efektif dan tidak memerlukan biaya di bandingkan harus fogging karena fogging bukan proses pencegahan yang efektif,” tutup Samsudin. (ayom)

Berita Populer
BERITA HARI INI