Jaga Persaudaraan, Pemuda Saria Akan Hadirkan Mahasiswa KKN KN Jelang Bulan Suci Ramadhan

PORDES HALBAR – Untuk menjaga persaudaraan dengan mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Kolaborasi Nusantara (KN) pemuda Desa Saria, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, merencanakan melakukan agenda khusus hadirkan para mahasiswa mahasiswi KKN KN di Desa Saria menjelang Bulan Suci Ramadhan.

Dijadwalkan mahasiswa mahasiswi tersebut akan melakukan KKN KN di Desa Saria, sebanyak 15 orang diantaranya 4 orang laki laki dan 11 perempuan, selain itu ada dua mahasiswi berasal dari kampus IAIN Mando dan Sunan Ampel Surabaya.

Sesuai agenda, KKN KN di Desa Saria selama satu bulan lebih, mereka mendapat sambutan dari masyarakat setempat dan para pemuda maupun pemudi, nantinya dalam melaksanakan berbagai kegiatan.

Salah satu pemuda Desa Saria Ichon Biasa disapa mengatakan, bahwa ada rencana menjelang bulan suci Ramadhan, dirinya dan para pemuda menghadirkan mereka untuk melakukan beberapa agenda yang sudah direncanakan.

“Ini sudah menjadi budaya kami, dari mahasiswa sebelumnya juga seperti ini, namun kali ini kami punya rencana untuk menghadirkan mereka, sebab bagi kami siapa saja yang telah datang di negeri kami itu sudah menjadi bagian dari masyarakat dan pemuda pemudi kami,” ujarnya

Ichon mengatakan dirinya sudah menganggap para mahasiswa adalah saudara ,itu tetap dijaga dan tanamkan dalam diri, sehingga jangan sampai hubungan persaudaraan atau tali silaturahmi terputus begitu saja.

Masih kata Ichon , banyak hal yang akan dilakukan bersama para mahasiswa mahasiswi KKN KN, dan seluruh pemuda pemudi akan di libatkan semua, karena itu bagian dari salah satu metode untuk merangkul pemuda pemudi bahkan generasi penerus Desa Saria.

Disinggungs soal kedua mahasiswi dari IAIN Manado dan Sunan Ampel Surabaya, pihaknya mengatakan bahwa itu disesuaikan sebab mereka berdua kemungkinan belum dapat hadir karena jarak, tetapi dirinya sangat berharap mereka dapat hadir, tetapi kalau tidak bisa hadir mungkin kita memahami kondisinya , tapi hal itu tidak akan menjadi soal mereka berdua tetap menjadi bagian dari pemuda pemudi Desa Saria.

“Ini yang harus kita rawat sebab generasi penerus Soa Romdidi itu terletak pada kita, dan ingat kita semua akan gagal apabila kita tidak mampu menciptakan generasi berikutnya, untuk itu rencana ini tetap kami upayakan untuk dapat menghadirkan mereka,” tandasnya

“Kita terlahir dari rahim yang berbeda namun kita satu dalam sprit pengakuan di atas bumi Sari’ia,” tutup Ichon atau Aba Madano. (Ris)