Kamis, 8 Desember 2022

FGD Pandawa Nusantara, Penyaluran BBM Subsidi Berjalan Stabil di Banten

FGD Pandawa Nusantara, Penyaluran BBM Subsidi Berjalan Stabil di Banten

Tangsel, PORDES – Focus Group Discussion (FGD) Pandawa Nusantara digelar di kawasan Bintaro Jaya, Pondok Aren, Rabu (23/11/2022), dalam diskusi tersebut meminta pemerintah harus secepatnya merevisi Perpres 191 tahun 2014.

Mamit Setiawan salah satu pengurus Pandawa Nusantara menilai, bahwa penerbitan beleid tersebut sangat penting untuk memastikan penyediaan dan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran.

“Subsidi itu untuk menjaga perekonomian masyarakat, dan saya kira pemerintah akan mempertahankan itu. Tinggal bagaimana pola dan skema penyalurannya agar semakin tepat sasaran,” ungkapnya dalam diskusi bertajuk ‘Sosialisasi Penyaluran BBM Subsidi dengan Program Subsidi Tepat’.

- Advertisement -

Mamit menyampaikan, bahwa dalam revisi Perpres tersebut, fungsi pengawasan dari lembaga terkait seperti Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) juga akan semakin optimal dan maksimal.

“BPH Migas harus bekerjasama dengan aparat penegak hukum dalam melakukan pengawasan penyaluran BBM bersubsidi, bahkan sampai ke tingkat penindakannya,” katanya.

Sementara, Gazali, kepala bidang stabilisasi harga dan pengawasan dinas perindustrian dan perdagangan Kota Tangerang Selatan, dalam forum guide discussion di hotel kawasan Bintaro mengatakan BBM belum mengalami kelangkaan pasca kenaikan harga

“Di Kota Tangerang Selatan masih stabil walau adaya kenaikan BBM dan tidak berpengaruh bahkan subsidi sudah tepat penyalurannya,” tandas Gazali

Gazali mengingatkan berperanlah seperti diri sendiri dalam segala situasi. ” Artinya buka mata buka telinga untuk subsidi BBM untuk Kota Tangerang Selatan yang lebih baik,” cetus Gazali

Sebelumnya, Christian Tanuwijaya, subkoordnator pengaturan ketersediaan BBM BPH Migas mengungkapkan di provinsi Banten sangat stabil dan penyaluran Subsidi BBM tidak ada masalah karena sudah di antisipasi dengan baik.

“Di Banten ini stakeholder sangat banyak, karena di Banten kita punya penyeberangan dari Merak ke Bakaheuni, dan penyeberangan Merak-Bakaheuni adalah penyeberangan kapal ASDP paling padat se Indonesia, jadi di Banten tidak ada masalah karena perencanaannya sangat baik,” terangnya.

Dia berpesan, agar masyarakat membantu pemerintah dalam mengawasi BBM Subsidi.

“Tolong bantu awasi, laporkan kepada BPH Migas silakan di laporkan dan kami tindaklanjuti segera,” tegas Christian. (diaz)

Berita Populer
BERITA HARI INI