Ekstrakulikuler Pramuka Dihapus Kemendikbudristek, Dadang Sudrajat Bilang Begini

PORDES TANGERANG – Sekjen Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Tangerang, Dadang Sudrajat menanggapi santai soal pencabutan ekstrakurikuler Pramuka disatuan pendidikan oleh Kemendikbudristek belum lama ini.

Menurut Dadang pemahaman pencabutan ekstrakulikuler tersebut bukan berarti Pramuka itu sudah tidak lagi diakui, Pramuka itu sudah ada di undang-undang untuk membentuk karakter bangsa dan Pramuka itu tidak hanya ada disekolah.

“Pramuka bisa di bentuk dimana saja, bisa di desa bisa di komunitas, jadi pemahaman dicabut itu bukan berarti Pramuka tidak lagi bisa beraktivitas justru malah diberikan kewenangan lebih untuk beraktivitas,” terang Dadang saat dihubungi, Selasa 2 April 2024.

Sambung penulis buku memimpin dengan gaya pelangi itu juga menjelaskan karena Undang-undang itu lebih tinggi dibanding dengan Keputusan Menteri, jadi Ia meminta pengurus Pramuka di Kabupaten Tangerang tidak memperdebatkan secara berlebihan.

“Keputusan menteri itu menurut saya malah menambah rancangan untuk para pengurus kwartir bersama gugus depan untuk berinovasi membuat kegiatan menarik yang berujung pada kreativitas,” jelasnya.

Nantinya lanjut Dadang Pramuka itu tidak hanya untuk membentuk karakter bangsa tapi juga untuk memberikan keterampilan dan pengembangan kemampuan bagi anak didik jadi jangan sampai salah menafsirkan tentang pencabutan ekstrakulikuler Pramuka.

“Penapsiran di hapus itu ketentuan dalam konteks bahwa itu wajib, jika wajib berarti mengembangkan Pramuka bukan secara sukarela tapi paksaan padahal filosopi di Pramuka itu adalah suka dan rela,” pungkasnya.

Diketahui dalam Siaran Pers kemendikbudristek, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Anindito Aditomo mengatakan sejak awal Kemendikbudristek tidak memiliki gagasan untuk meniadakan Pramuka.

Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 hanya merevisi bagian Pendidikan Kepramukaan yang mewajibkan perkemahan, menjadi tidak wajib, meski begitu jika satuan pendidikan akan menyelenggarakan kegiatan perkemahan tetap diperbolehkan.

Dalam UU nomor 12 tahun 2010 menyatakan bahwa gerakan pramuka bersifat mandiri, sukarela, dan nonpolitis. Sejalan dengan hal itu, Permendikbudristek mengatur keikutsertaan murid dalam kegiatan ekstrakurikuler (gabel).