DPMD Sambut Baik Kehadiran Dirjen Kemendes di Halmahera Barat

PORDES HALBAR – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Halmahera Barat menyambut baik kedatangan Dirjen Kementerian Desa, (Ditkemendes) di Kabupaten Halmahera Barat pada Selasa (18 /7/2023)

Kadis DPMD Halbar Soni Balatjai, mennyampaikan , bahwa DPMD sangat menyambut baik atas kehadiran Dirjen Kemendes dalam rangka perbaikan perbaikan akuntabilitas laporan perencanaan atau pertanggungjawaban yang telahh di jelaskan bahwa  hal itu harus dilakukan rutin setiap tahun.

Dikatakan Soni, Bukan cuman Kabupaten  halmahera Barat, tetapi seluruh Kabupaten di Halmahera rutin dilakukan pengawasan setiap tahun. Hasil pengawasan, di Halmahera Barat ada peningkatan dalam sistim pengelola dana Desa, (DD) seperti pada tahun 2022. Pemerintah Desa di Halmahera Barat berhasil dalam pengelolaan keuangan Desa terbaik se-Provinsi Maluku Utara.

“Itu berkat daripada pengawasan, pemantauan, yang di lakukan oleh Kemendes mengawasi DD, nah ini ada hasilnya,” ujarnya.

“Semoga dengan kedatangan Dirjen pengelolaan Dana Desa Dari Kemendes, prestasi Kabupaten Halmahera Barat lebih meningkat lagi dari 87 sampai di 90 persen pada tahun 2023, karena prestasi ini akan mendongkrak Dana Desa Naik dari sisi kerja pembangunan Desa, ” terangnya.

Kemudian lanjut Soni,  dari Sisi perencanaan dan pengawasan yang di lakukan, maka seluruh Desa di Halmahera Barat saat ini sedang melakukan musyawarah Desa, (Musdes) sesuai tahapan perencanaan. yang mana diketahui sebelumnya belum tertib dalam Musdes, bahkan tahun sebelumnya di bulan Januari baru dilakukan musyawarah.

“Kalo sekarang tidak bisa lagi, kita harus musyawarah sesuai tahapan perencanaan, dengan harapan ini menuju pada sebuah perbaikan,” tegas Soni

Soni mengungkapkan , pasti ada kelemahan kelemahan yang mungkin terjadi di setiap Desa, dan ini merupakan bahan evaluasi internal , sebagaimana yang di jelaskan pada pemantauan, pengawasan, yang di lakukan baik oleh stack-Holder.

“Terima kasih kepada rekan rekan pers yang sudah turut mengawasi, hal itu sangat kami harapkan agar DD dapat di awasi oleh berbagai pihak sehingga betul betul DD ini di gunakan sesuai dengan peruntukannya, sesuai Permendes no 8 dan Peraturan Bupati,” tambahnya

“Nah menyangkut dengan apa yang di singgung oleh wartawan tadi tentang Bimtek, sudah di jelaskan bahwa  bimtek itu di khususkan hanya untuk pemberdayaan penguatan kapasitas di tingkat masyarakat bukan pada aparatur, tapi pada waktu yang sama aparatur juga masih lemah, ini juga akan menjadi bahan evaluasi Pemerintah Daerah untuk peningkatan kemampuan aparatur,” katanya

Soni menyampaikan, bahwa beberapa staf di panggil oleh Kemendagri untuk mengikuti pelatihan Training of Trainer, (TOT) di Makasar. Hal itu kata dia untuk penguatan kapasitas BPD , juga penguatan kapasitas aparatur Desa yang di biayai oleh APBN.

“Mudah mudahan dari TOT ini kita bisa berimbas positif untuk penguatan aparatur Desa,” harapnya

Soni menyatakan, dengan adanya pemetaan yang di lakukan untuk mengambil sampel Desa berdasarkan status dengan pengawasan yang di lakukan oleh Kemendes, status Desa Halbar ada perubahan dari yang sebelumnya Desa sangat tertinggal sebanyak 133 Desa, turun menjadi 31, dan 59 Desa tertinggal , 70 Desa berkembang dan satu Desa status maju.

“Saya berharap, tahun 2023 ini Dirjen Kementrian Desa datang kembali untuk mengawasi, agar Halbar lebih baik lagi, sehingga Kabupaten Halmahera Barat semua Desa nya menjadi Desa mandiri,” tutup Soni (Riski)