Kamis, 8 Desember 2022

Diduga Ada Aroma Politik Uang dalam Penyelesaian Perselisihan Hasil Pilkades 2022 di Mabar

Diduga Ada Aroma Politik Uang dalam Penyelesaian Perselisihan Hasil Pilkades 2022 di Mabar

Labuan Bajo, PORDES – Beberapa calon Kepala Desa yang mengalami perselisihan hasil pilkades serentak di Kabupaten Manggarai Barat, akan menggugat keputusan hasil pilkades di Manggarai Barat ke Pengadilan Tata Usaha Negara Kupang.

Hal itu disampaikan Francis Dohos Dor, yang telah ditunjuk menjadi Kuasa Hukum dari 4 calon kepala desa yang masih bermasalah.

“Klien saya Cakades Golo Mbu Fransiskus Hengki Edison, Cakades Golo Bilas Paulus Nurung, Cakades Nampar Macing Yohanes Pedro Capur, Cakades Warloka Nurdin, telah secara resmi meminta pendampingan hukum dalam mengajukan perkara di Pengadilan Tata Usaha Negara Kupang,” ujar Francis Dohos kepada Portal Desa, Rabu (16/11/2022) di Labuan bajo.

- Advertisement -

Francis Dohos juga mengungkapkan, bahwa ada aroma politik uang yang terjadi dalam Penyelesaian Perselisihan Hasil Pilkades yang telah terjadi di tingkat kabupaten Manggarai Barat.

“Upaya gugatan ke Pengadilan TUN Kupang yang akan dilayangkan olehnya tersebut bermakna perjuangan hak konstitusionalitas masyarakat desa, pembelajaran hukum, dan upaya menegakan hukum dan Asas-asas Umum Pemerintahan yang baik di Manggarai Barat, yang secara spesifik dinilainya sangat jauh dari penerapannya,” ungkap dia.

Dia juga mengatakan, penyelesaian perselisihan hasil pilkades yang diajukan oleh kliennya ternyata tidak dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel melalui kajian detail melibatkan Para Ahli Hukum.

“Saya menilai bahwa penerapan aturan yang berbeda tersebut adalah wujud Ketidak Pastian Hukum di Pemerintah Manggarai Barat,” katanya.

Lebih lanjut kata dia, bahwa ada 39 Kades dari 102 Desa yang Pilkades di Manggarai Barat telah dilantik pada akhir Oktober dengan dalil tidak adanya Sengketa. Namun, dari 39 Kades yang dilantik tersebut semuanya ditemukan fakta, dalam pilkadesnya terdapat surat suara tusuk tembus sejajar.

“Saya mencatat fakta bahwa ada 32 Desa yang telah dilantik tersebut dalam pelaksanaan Pilkades-nya telah memutuskan surat suara tusuk tembus sejajar tersebut adalah surat suara sah, sedangkan ada 7 Desa yang pelaksanaan Pilkadesnya memutuskan bentuk surat suara tusuk tembus sejajar adalah surat suara tidak sah,” kata Advokat Muda tersebut.

Lanjut Dohos, persoalannya adalah ketika ke-4 cakades kliennya ini mengajukan Keberatan atas fakta surat suara yang sangat mempengaruhi hasil akhir kades terpilih, ternyata Bupati Manggarai Barat memutuskan menolak Keberatan. Maka dirinya mempertayakan Aturan mana yang dipakai Bupati Edistasius Endi mengenai surat suara tusuk tembus sejajar tersebut.

“Itukan sama saja Bupati menerapkan dua aturan sekaligus, yakni sah dan tidak sah dipakai semuanya, karena beliau sudah melantik sebagian Desa yang Pilkades-nya mengakomodir surat suara tusuk tembus sejajar sebagai surat suara sah. Sedangkan beberapa Desa lainnya dan secara khusus Desa dari klien saya yang Pilkadesnya mengakomodir surat suara bentuk tersebut sebagai surat suara tidak sah dinyatakan sebagai surat suara tidak sah. Seiring telah menolak keberatan klien saya dalam perselisihan hasil pilkades di masing-masing Desa-nya,” jelas Dohos.

Untuk diketahui, dalam pelaksanaan Pilkades Serentak 102 Desa di Kabupaten Manggarai Barat, 29 september 2022 yang lalu. Terjadi banyak Keberatan atas Hasil Pilkades,kepada Bupati Manggarai Barat, secara spesifik. Terkait masalah Surat Suara Tidak Sah yang ditetapkan Panitia Pemilihan Tingkat Desa,berbentuk Tusuk Tembus Sejajar, akibat Tidak dibukanya Kertas Suara secara utuh.

Sebagai informasi bahwa terjadi putusan yang berbeda-beda dalam perhitungan suara, Temuan Surat Suara Tusuk Tembus Sejajar tersebut di Pilkades Serentak Tahun 2022. Dimana 80% Desa yang Pilkades, Panitianya memutuskan bentuk Surat Suara tersebut sebagai Surat Suara Sah, sedangkan 20% Desa yang pilkades memutuskan Surat Suara tersebut adalah Tidak Sah. (Oktafianus Dalang)

Berita Populer
BERITA HARI INI