Desa Wisata Pandean dan Desa Wisata Durensari Wakili Trenggalek Dalam Festival Dewi Cemara 2022
Desa Wisata Pandean dan Desa Wisata Durensari Wakili Trenggalek Dalam Festival Dewi Cemara 2022
Trenggalek, PORDES – Desa Wisata Pandean yang terletak dikecamatan dongko dan Desa Wisata Durensari yang terletak di kecamatan Watulimo Trenggalek, ditunjuk pemerintah daerah setempat untuk ikut kompetisi dalam Festival Dewi Cemara 2022, di Anjungan Cerdas.
Even digelar selama 2 hari mulai hari ini tanggal 2 sampai 3 November 2022.
Festival kali ini merupakan sebuah upaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek yang berkomitmen mensukseskan Misi Jatim “Harmoni” (Menjaga Harmoni Sosial dan Alam dengan Melestarikan Kebudayaan dan Lingkungan Hidup).
Melalui Festival Dewi Cemara (Desa Wisata Cerdas Mandiri Sejahtera), diharapkan mampu menghidupkan Perekonomian Desa dan juga bisa menumbuhkan motivasi Pengelola Desa Wisata agar terus berinovasi dan berkreasi.
Dalam Festival Dewi Cemara Tahun 2022 juga dipromosikan produk UMKM baik itu di Tingkat Kabupaten maupun Desa yang diharapkan masyarakat dapat secara aktif berpartisipasi dalam memasarkan dan memamerkan produk unggulan dari daerah masing-masing, memberikan lapangan pekerjaan, dan juga peningkatan keterampilan masyarakat, serta pelestarian lingkungan dan budaya sebagai bentuk penerapan pariwisata berkelanjutan.
Dalam Festival Dewi Cemara sendiri juga akan dikemas dalam berbagai perlombaan salah satunya Lomba Virtual Tour yang mana pesertanya adalah Pokdarwis atau Pengelola Desa Wisata yang dalam pelaksanaannya melalui media digital berupa video yang nantinya juga akan berfungsi sebagai media promosi.
Adapun kriteria penilaian dalam Festival Dewi Cemara tersebut diantaranya Kriteria Daya Tarik Pengunjung, Homestay, Kuliner, Kelembagaan, Digital, Berkas-berkas kelengkapan yang diperlukan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek Sunyoto, mengatakan, event yang diprakarsai oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan didukung oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengatakan kalau dalam event tersebut nantinya akan ada berbagai macam penampilan aneka kesenian dan kebudayaan dari berbagai daerah di Jawa Timur, termasuk Trenggalek.
“Festival ini dimulai pagi ini sampai besok malam, puncaknya ada pagelaran wayang kulit semalam suntuk dan Acara ini sekaligus pengenalan Anjungan Cerdas yang dikelola oleh Disbudpar Jatim dan lokasinya cukup strategis berada di perbatasan Trengalek Ponorogo,” jelas Sunyoto.
Selain penampilan aneka kesenian dan kebudayaan, masyarakat juga akan disuguhi Festival Dewi Cemara (Desa Wisata Cerdas, Mandiri dan Sejahtera) yang merupakan pameran desa wisata dari berbagai daerah di Jatim.
Dalam pengenalan destinasi desa wisata di Jatim dalam event festival kali ini, Kabupaten Trenggalek mengirimkan beberapa Desa Wisata Pandean dan Desa Wisata Durensari sebagai peserta Festival Dewi Cemara 2022.
Sebagai informasi, Desa Wisata Pandean yang ada di Kabupaten Trenggalek, adalah sebuah rintisan wisata desa yang berhasil menjadi juara harapan I kategori Desa Wisata Berkembang pada ADWI 2022.
Ririn Setyo Widihastuti ketua Pokdarwis Dewi Arum Pulosari Desa Wisata Pandean sangat bersyukur bisa mewakili masyarakat Trenggalek.
“Ini sebuah momentum karena kami baru 1,5 tahun sudah bisa mempersembahkan yang terbaik untuk masyarakat Trenggalek tercinta, mudah-mudahan ke depan Trenggalek bisa lebih baik lagi dan bisa naik lagi prestasinya,” terang Ririn.
Sementara itu, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin yang hadir dalam malam puncak ADWI 2022 menyampaikan bahwasannya pariwisata berbasis komunitas yang ada di desa melalui desa wisata saat ini menjadi primadona baru pariwisata di Indonesia.
.
“Kalau dulu kita terkenal dengan destinasi-destinasi yang besar, sekarang desa wisata ini mulai diangkat levelnya, diangkat ke tingkat nasional bahkan internasional,” tutur Mas Bupati Ipin.
.
“Sehingga Trenggalek masuk di sini dan ini sesuai dengan value dan juga misi dari Trenggalek yang ingin mengangkat pendapatan masyarakat, langsung ke masyarakat dengan multiplier effect yang banyak melalui desa wisata,” sambungnya.
Menurut Mas Ipin, meskipun menjadi juara harapan I, namun untuk kategori Desa Wisata Berkembang bukanlah suatu hal mudah mengingat baru dirintis sekitar 1,5 tahun yang lalu.
“Jadi cukup membanggakan dan ini mengobati duka kita, meskipun PR-nya tetap besar ke depan bagaimana desa wisata ini terus eksis, terus inovatif dan bagi Bu Ririn dan teman-teman sekalian kalau sudah bisa landing seperti ini ke depan yang dicari bukan sekedar bagaimana Desa Wisata Pandean, tetapi saya berharap nanti juga bisa jadi pembina untuk desa-desa wisata yang lain yang juga baru mulai merintis,” pungkas Gus Ipin. (Rudi Sukamto)

