Budaya Islami Banten Al-Hijrah Abatasa Jam’Iyah Hadroh Dan Sholawat Hiburan Sekaligus Ibadah
Budaya Islami Banten Al-Hijrah Abatasa Jam’Iyah Hadroh Dan Sholawat Hiburan Sekaligus Ibadah
Serang, PORDES – Banten terkenal dengan Seribu pondok, dimana budayanya kental dengan nuansa Islami. Seperti seni Jam’iyah Hadroh dan Sholawat Al-Hijrah Abatasa merupakan Grup Seni Budaya Islami yang beralamat di Kampung Sindang Desa Nagara Kecamatan Kibin Kabupaten Serang – Banten.
Al-Hijrah Abatasa berkesempatan menggelar perfomece Islaminya di Sohibul hajad Pernikahan Lastri putri dari pasangan Ustadz Lamari Alm dengan Ibu Murnah dengan Agung Hermawan Putra dari Pasangan Bp Jaya dengan Ibu Ojah, yang diselenggarakan di Kp Sindang Desa Nagara Kecamatan Kibin, Minggu (19/2/2023).
Diketahui pimpinan Al-Hijrah Abatasa adalah Ustadz Lamhari Alm yang diteruskan Oleh pura Ustadz Lamhari yakni Ustadz Asari.
Al-Hijrah Abatasa sudah dikenal di Kabupaten Serang, dimana penampilannya di seputar Kabupaten Serang. Seni Hadroh serta Sholawat menjadi cirikhas budaya Banten, karena selain sebagai hiburan juga mengandung nilai ibadah, terkhusus dalam lantunan Sholawat.
Ditemui disela penampilannya pimpinan Al-Hijrah Abatasa Ustadz Sahri Sodikin mengatakan, Grup Jam’iyah Hadroh dan Sholawat Al-Hijrah Abatasa didirikan oleh orang tuanya Ustadz Lamari Alm.
” Alhamdulillah saya mendapat kepercayaan untuk memimpin Al-Hijrah Abatasa yang mana Grup tersebut didirikan oleh Abah, saya berkewajiban untuk melestarikan budaya Islami yang diwariskan kepada saya,” ujar Ustadz Asari Minggu (19/2/2023)
Sementara salah satu pemain dari Al-Hijrah Abatasa Nday, mengungkapkan suka dukanya dalam penampilannya.
” Dukanya apabila waktu main sound system tidak dari kami, karena sound sangat berpengaruh dalam penampilan,
Sukanya semua suka karena banyak bershlolawat mudah mudahan mendapat Syafaat Dari Rasulullah, dan berkesempatan dalam syiar Islam melalui Jam’iyah Hadroh,” kata Nday.
Tampak pada perfomence Al-Hijrah Abatasa, ketrampilan pemain memainkan Hadroh, Gendang raampak, menciptakan suasana sejuk, namun dinamis.
Adapun dalam Grup Al-Hijrah Abatasa terdapat 12 pemain muslimin dan Pelantun sholawat sebanyak 3 orang Muslimat.
Laporan : Jaka Purwanta

