Arus Mudik Penumpang di Pelabuhan Dufa Dufa Belum Melonjak
Arus Mudik Penumpang di Pelabuhan Dufa Dufa Belum Melonjak. Portal Desa – Sumber Inspirasi Perubahan
Ternate, PORDES – Pelabuhan Dufa Dufa Rute Ternate Jailolo, Ternate Ibu dan Loloda, terpantau belum ada pelonjakan untuk penumpang arus mudik jelang lebaran.
M Nur Naipon, Komandan Pos KPLP Dufa-Dufa, kepada awak media mengungkapkan, terkait kelonjakan penumpang untuk arus mudik menjelang lebaran belum ada kelonjakan.
“Pelabuhan dufa dufa untuk sementara ini memang belum ada lonjakan penumpang untuk arus mudik jelang lebaran, namun kami sebagai petugas KPLP tetap siaga setiap hari,” ujarnya.
Ia mengatakan, di sini juga ada 2 regu tetap stand baik, namun untuk pelayaran di dufa dufa ini dari jam 6 pagi hingga jam 4 itu batas pemberian SPP, dan di Jam 6 pembatasan pelayanan kantor.
“Ada kapal kapal keberangkatannya pada malam hari, itu pun dalam seminggu dua kali jalan, dan untuk peningkatan penumpang dan barang belum terlalu mencolok seperti pelabuhan Bastiong,” jelasnya.
Dia juga mengungkapkan, di daerah dufa dufa ini kebanyakan yang trayeknya ke daerah daerah (mohon maaf) lebih banyak non muslim, seperti ke Jailolo masih agak mendingan, tetapi misalnya ke ibu dan loloda itu letakan ombaknya tidak terlalu, beda seperti di Bastiong menuju ke makian bacan dan berbagai lainnya, itu masih kelihatan letakan ombaknya.
“Kami dari pihak KPLP atau sabandar selalu mengharapkan untuk pos angkutan barang sesuai dengan motto kami yaitu Mudik, Aman, dan Nyaman, kami semua juga tidak menginginkan musibah apalagi dalam momentum menjelang lebaran seperti ini mereka juga punya kebutuhan dan lain sebagainya ,” katanya.
“Untuk masalah pelayaran, kami tetap stand baik, dengan tupoksi kami menjaga untuk bagaimana menjaga pelayaran aman dan lancar,” sambungnya.
Komandan Pos KPLP Dufa- Dufa itu jug mengatakan, untuk kelonjakan penumpang kemungkinan menjelang satu Minggu lebaran, karena di dufa dufa ini tidak terlalu melonjak.
“Hal ini sama juga dengan Ramdhan sebelumnya karena trayeknya sama juga seperti itu untuk pelabuhan dufa dufa,” ujarnya.
Dia menambahkan, terkait dengan tarif spedd boat Ternate-Jailolo itu semua di sesuaikan dengan SK Gubernur untuk rute Ternate Jailolo, per orang di kenakan Rp60 ribu.
“Untuk tarif Sped Boat yang tidak stabil, sebenarnya masalah ini bukan masalah yang baru, kami sebagai petugas di sini otomatis menjalankan tugas sesuai dengan SK Gubernur selalu bertahap,” terangnya.
Yang anehnya, sambung dia, di pelabuhan dufa dufa ini hingga sekarang belum ada solusinya, bahkan sudah di hering sampai ke DPR kota Ternate.
“Kalau kenaikan tarif itu bila mana di angkat oleh motoris sendiri atau dari pihak Speed Boat kami sebagai petugas sabandar selalu ada di sana untuk mengkanter tapi ini kenaikan tarif di naikin sendiri oleh para penumpang,” tuturnya.
“Misalnya saya umpamakan, para penumpang ingin cepat agar pergi, nah dari situ pihak speed juga tentu tidak menolak sebab Rp60 rb perorang, apalagi Rp100 ribu kan begitu, Kalau hari ini kenaikan tarif di tentukan oleh pihak speed maka kami orang pertama yang akan memback up di sana,” ujarnya.
Walaupun ombak atau cuacanya yang tidak stabil, namun mereka tetap saja ingin berangkat, maka pihaknya tidak mengizinkan hal itu.
“Jadi bukan kami yang mau membiarkan mereka begitu saja, untuk keberangkatan namun kami dari pihak KPLP selalu mengimbau untuk penyesuaian dalam pertimbangan cuaca, sehingga ada kenyamanan di dalam perjalanan,” tutupnya.
Laporan: Riski Samsudin

