Tangerang, PORDES – Setelah dilakukan perundingan antara Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang melalui Pemerintah Kecamatan Pakuhaji, bersama pihak keluarga ahlis waris, yang dilaksanakan pada Selasa (2/11/2021) lalu, di Aula Kantor Kecamatan Pakuhaji, akhirnya gembok gerbang SDN Kiara Payung dibuka kembali.

Pembukaan gembok gerbang SDN Kiara Payung ini disaksikan langsung Camat Pakuhaji, Asmawi, beserta pihak keluarga ahli waris, Jumat sore (5/11/2021).

“Alhamdulillah hari ini gerbang SDN Kiara Payung yang digembok oleh ahli waris sudah dibuka kembali, artinya aktivitas pendidikan di SDN Kiara Payung segera berlangsung kembali,” ujar Asmawi kepada Portal Desa.

Asmawi mengatakan, gedung Sekolah ini segera bisa digunakan kembali untuk aktivitas Pendidikan. Terlebih di Kabupaten Tangerang pada Senin besok (8/11/2021), pembelajaran tatap muka (PTM) untuk tingkat SDN akan di mulai.

Setelah dilakukannya perundingan bersama keluarga ahli waris terkait lahan SDN Kiara Payung, Camat Asmawi bersyukur bisa menyamakan persepsi. Pihak keluarga ahli waris bersedia mengikuti langkah Pemerintah Kabupaten Tangerang perihal ganti rugi lahan SDN Kiara Payung milik ahli waris.

“Soal tanah ini mutlak milik ahli waris dan takan kemana, pembayaran ganti rugi pun sedang ditempuh oleh Pemda bersama tim apparsial. Adapun gedung sekolah ini prioritas program pendidikan nasional, dimana keberlangsungan pembelajaran tatap muka oleh peserta didik harus berjalan,” terangnya.

Diketahui sebelumnya, sebanyak sekitar 1.000 siswa SDN Kiara Payung yang terletak di Kampung Kayu Item, Kiara Payung, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten terancam direlokasi saat pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Hal ini merupakan imbas dari kisruh penggunaan lahan SDN Kiara Payung yang membuat pihak ahli waris menyegel sekolah tersebut.

Setelah adanya perundingan Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang melalui Pemerintah Kecamatan Pakuhaji, akhirnya kini gembok gerbang SDN Kiara Payung dibuka kembali. (ard/pordes)