BKKBN Provinsi Maluku Utara Gencar Sosialisasikan Pencegahan Stunting

Halmahera Utara, PORDES – Untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku keluarga serta remaja terhadap program pencegahan stunting dari hulu bersama mitra kerja dengan melibatkan lintas sektor tingkat pusat, Provinsi dan Kabupaten Kota.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) gelar sosialisai pencegahan stunting dari Hulu tingkat Provinsi Maluku Utara. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa WKO, Kecamatan Tobelo Tengah, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, Senin (25/7/2022).

Sebanyak 140 orang peserta yang terdiri dari remaja dan masyarakat umum yang akan dibekali dengan Materi Substansi GenRe (Kesehatan Reproduksi Remaja dan Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja dalam kaitannya dengan Pencegahan Stunting dari Hulu, dan Keterampilan Hidup Remaja).

Hadir dalam acara tersebut, Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dapil Maluku Utara Irine Yusiana Roba Putri, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara Dra. Renta Rego, Kadis DP3AKB Halmahera Utara Efrina Hendrik.

Kegiatan diawali dengan sambutan selamat datang oleh Rianny Tonoro, selaku Camat Tobelo Tengah dengan mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan tersebut, guna pencegahan dan penurunan angka stunting di Halmahera Utara khususnya.

Selanjutnya, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara Dra. Renta Rego dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan secara resmi berharap bahwa kegiatan ini bermanfaat khususnya untuk anak-anak Generasi Keluarga Berencana.

“Rencanakanlah keluargamu mulai dari sekarang. Kalau sekarang sudah SMP, SMA bagaimana sudah masuk kuliah, dan ketika sudah selesai kuliah bagaimana jika sudah bekerja, dan ketika sudah bekerja bagaimana merencanakan pernikahan sehingga pencegahan stunting itu dimulai dari hulu,” ungkapnya.

Renta Rego menjelaskan bahwa berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 angka prevalensi stunting balita di Maluku Utara mencapai 27,5% sedangkan di Halmahera Utara sendiri mencapai 30,5%.

“Kita sudah menyiapkan Tim Percepatan Penurunan Stunting di Maluku Utara. Oleh karena itu Kami berharap untuk mendukung upaya pencegahan stunting dan mensosialisasikan bagaimana cara menggunakan Elsimil (Elektronik Siap Nikah Siap Hamil),” jelasnya.

Kegiatan selanjutnya, pemaparan materi oleh Irine Yusiana Roba Putri selaku Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Maluku Utara tentang komitmen DPR RI dalam Mendukung Program Percepatan Penurunan Stunting dari Hulu.

Ia menyampaikan pengasuhan anak adalah tanggung jawab keluarga, bukan cuma ibu, tapi juga ayahnya, ayah pun harus banyak belajar tentang pengasuhan dan gizi anak.

Dalam pidatonya, Irine mengatakan data tingginya angka stunting di Indonesia. Pada 2019, jumlah kasus stunting di Indonesia mencapai 27,67 persen. Sementara, data Bank Dunia menunjukkan, 54% angkatan kerja Indonesia saat ini mengalami stunting saat mereka bayi, sehingga kualitas mereka lebih rendah dibanding teman-temannya yang mengalami gizi cukup saat balita.

“Oleh karena itu, pemerintah Indonesia menargetkan angka stunting secara nasional turun menjadi 14 persen pada 2024. Ini adalah target kita bersama, yang tentunya melibatkan orangtua dan keluarga terdekat,” kata Irine.

Kegiatan ditutup dengan pemaparan materi oleh Perwakilan dari DP3AKB Halmahera Utara tentang Peran Pemerintah Daerah dalam Mendukung Percepatan Penurunan Stunting dari Hulu dan tanya jawab serta ditutup dengan pembagian Doorprize. (Risky)