Peringati International Women’s Day 2022, Ikamaba Gelar Diskusi Perempuan
Peringati International Women’s Day 2022, Ikamaba Gelar Diskusi Perempuan, Laporan Ahmad Muchtarom, Portal Desa Biro Pandeglang.
Serang, PORDES – Dalam rangka memperingati International Women Day’s 2022, Departemen Pemberdayaan Perempuan Ikatan Mahasiswa Baros (Ikamaba) menyelenggarakan Diskusi Perempuan pada hari Sabtu (12/3/2022).
Diskusi perempuna ini mengambil tema ” Refleksi Kekerasan Terhadap Perempuan” yang berlangsung secara daring, dengan menghadirkan narasumber Hj. Adde Rosi Khoerunnisa S.Sos M.Si, Selaku Anggota Dewan Komisi III DPR-RI.
Menurut ketua pelaksana kepada media, diskusi ini di maksudkan untuk merayakan pencapaian pencapaian perempuan dalam pergerakan, yang berfokus pada isu isu kekerasan terhadap perempuan, kekerasan seksual, yang akhir-akhir ini banyak di perbincangkan di area kampus dan tempat kerja.

Adde Rossi Khoerunnisa dalam kesempatan itu mengatakan, pelanggaran HAM terhadap perempuan khususnya kekerasan seksual merupakan pelanggaran HAM keji yang harus segera di antisipasi oleh semua pihak.
“Apabila mendengar, melihat, atau bahkan mengalami, segera laporkan kepada aparat atau lembaga yang menangani, karena sejatinya hak segala warga negara adalah untuk mendapatkan perlindungan dan keadilan dari Negara,” katanya.
Ketua Departemen Pemberdayaan Perempuan, Siti Nur Megasari, dalan sambutan nya menjelaskan, saat ini kekerasan terhadap perempuan bukan hanya terjadi pada malam hari, di tempat sepi, sedang sendirian dan bukan hanya memangsa korban yang bernuansa sexy, Tapi faktanya lokasi yang paling banyak latar belakang terjadinya kekerasan atau pelecahan terhadap perempuan ini adalah jalanan umum.
“Tempat dan jenis pakaian sama sekali bukan faktor yang signifikan, jadi intinya setiap perempuan rentan terhadap kekerasan pelecehan seksual. Stop untuk menyalahkan korban, karena yang salah adalah pelaku yang tidak pernah menjadi korban. Setiap kita pantas dan berharga,” paparnya.
“Kami berharap dengan adanya diskusi perempuan ini, bisa menghasilkan output yang bermanfaat seperti menambah wawasan pengetahuan tentang gender, kekerasan seksual, pemberdayaan perempuan, dan hal-hal lainnya tentang perempuan,” tutupnya.[]

